Carrot

Thursday, 23 January 2014

Celoteh untuk Pelangi




Aku telah lama mengagumimu, pelangi. Jika ada alasan yang dapat kuutarakan, ialah karena kau punya beraneka rona cahaya yang kurindukan. Bersama cahaya itulah kuhabiskan segelintir episode hidup. Pelangi, sosokmu selalu hadir disetiap jengkal kehidupanku, baik senang, gundah gulana maupun ketika dilanda hujan airmata, kau adalah sosok pertama yang mengerti segala tentangku.

Huffft, izinkan aku menghela nafas sejenak. Kudapati waktu kini merenggangkan kedekatan diantara kita. Masih seringkah kita bertemu? Aku tidak ingin menjawabnya. Biar kunikmati proses ini sebagai peluang untuk lebih memahami betapa berartinya sosokmu selama ini. Pun begitu, kau tetaplah pelangi dengan cahaya terindah di dalam hatiku.

Tahukah kau, pelangi? Di luar sana aku seperti menjalani dunia baru, hidup mandiri tanpamu. Berbaur dengan mereka yang terobsesi mengejar cita dan mencari jati diri. Dari mereka, aku belajar banyak hal baru yang tak kalah luar biasa.

Ssst.. ada satu rahasia penyemangat mereka yang sama denganku, ialah mengagumi seseorang. Rupanya rahasia itu membawa pengaruh pada kinerja mereka. Namun, rata-rata mengagumi dan mengidolakan tokoh-tokoh besar seperti para motivator dan pengusaha ternama di negara ini. Lantas, apakah akupun memiliki idola baru? Tidak. Kau tetaplah idolaku, dan aku adalah pengagummu.


Pelangi, kau memang bukanlah sosok yang terkenal dengan harta, kecantikan ataupun tahta.  Kau hanya wanita biasa yang mampu menjadi pelangi bagi buah hatimu. Sosok yang memberi ketenangan dengan penuh kasih sayang.

Ibuku, pelangi hatiku, rautmu terbayang di gubuk kerinduan. Teringat masa kecilku yang berselimut hangat kasihmu seraya sentuhan lembut yang senantiasa menghapus tiap embun di pipiku. Aku mengidolakanmu . . mengagumi setiap langkah keikhlasanmu dalam merawat tumbuh-kembangku.



Terima kasih untuk kasih sayang yang tak terhingga. Uhibbukifillah, Ibu.




Tangerang, 07-01-2014
Dan akupun ingin menjadi pelangi bagi anak-anakku kelak :)

12 comments:

G said...

pelangi :) she should read it cantik :)

Afrianti said...

sudah mampirrr.... hhhmmm yang mengaguminya siapa?.... hehehehe

Hasana Annas said...

Oke kakak cantik :)

Hasana Annas said...

Ehehehe siapa ya kak?? hayoo ditebak :)

nuzulul arifin said...

blognya berat banget loadingnya. namun lebih berat sayangku untuk pelangiku.

Hasana Annas said...

Lola ya,,, heheheh bagus kalo beratan untuk pelanginya :)

Zeal*Liyanfury said...

Subhanallah, tutur yang indah. Beliaukah sang pelangi menakjubkan itu... seorang bunda yang penuh warna cinta kasih. Tepat sekali. :))
Salam pelangi utk ibunda tercintanya. ^^

Hasana Annas said...

Makasih komentarnya kakakku :)

Cilembu thea said...

tak cukup sosok ibu hanya disamakan dengan keindahan dan keagungan pelangi, yang hanya muncul saat setelah hujan....menurut sayah mah ngga cukup...gimana tuh?!

#cling..menghilang takut adminnya lempar panci....;o)

Hasana Annas said...

Kan hanya perumpamaan mas, justru sosok pelangi itulah yang selalu menjadi penyemangat setelah hujan (sedih).. begituh atuh kalo menurut saya mah heheheh :)

Hikmah Fathia said...

waaaah mampir niih ninggalin jejak di blognya yang keren....:)

Hasana Annas said...

Makasih kakak mas'ul odoj annisa 87 :) nanti aku mampir juga ahh.. hehehe