Carrot

Saturday, 23 August 2014

Cermin Dari Gaza



Gaza tak henti-hentinya mendapat serangan udara dari israel. Serangan udara ini menyebabkan sejumlah dewasa hingga anak-anak tewas dan menjadi korban luka. Tak sedikit negara-negara luar yang gelisah melihat kondisi perkembangan Gaza, khususnya Indonesia.  Berbagai bantuan kemanusiaan rakyat Indonesia untuk rakyat Gaza pun telah disalurkan. Kepedulian rakyat Indonesia juga ditunjukkan pada beberapa postingan di sosial media yang biasanya berisi update informasi terbaru mengenai Gaza maupun doa-doa yang dipanjatkan agar kondisi Gaza semakin membaik.

Meskipun kenyataannya Gaza menghadapi situasi yang kian mencekam. Namun, rakyat Gaza tetap shalat diantara reruntuhan bangunan. Situasi memprihatinkan ini juga terlihat dari banyaknya rakyat Gaza yang mencari tempat perlindungan di sekolah-sekolah akibat rumah yang hancur, orang-orang kehabisan makanan, dan kekurangan air bersih juga menjadi persoalan.


Ternyata duka Gaza ini membawa hidayah tersendiri bagi umat Kristiani di Kota Gaza, solidaritas umat kristiani ini terlihat ketika menawarkan perlindungan bagi rakyat Gaza untuk shalat di gereja kristen. Begitupun pada saat Ramadhan lalu, umat Kristiani menghargai rakyat Gaza yang sedang berpuasa dengan tidak makan atau minum dihadapannya. Selain itu, berbagai bala bantuan juga berdatangan dari non muslim di luar Gaza. Sampai saat ini Gaza masih dirundung duka, namun duka Gaza adalah duka semua agama.


Ada hal yang menarik ketika menyimak satu persatu berita dari Gaza, yaitu melihat rakyat Gaza menerima serangan ini sebagai ujian sehingga tetap tenang dan bertahan dalam situasi tersebut. Mungkin, bagi sebagian orang yang tak kuat menghadapi ujian yang diberikan bisa saja malah menghindar atau melarikan diri. Lain halnya terjadi pada rakyat Gaza yang menyikapinya seolah ujian ini memang harus terjadi. Rakyat Gaza memiliki keyakinan yang kuat bahwa Allah senantiasa bersama mereka. 

Dalam kondisi dan situasi yang terhimpitpun mereka senantiasa beribadah, bahkan berlomba-lomba menghafal Alqur’an. Sungguh ada haru yang menyeruak kala melihat tayangan televisi dimana anak-anak gaza tidak cengeng dan putus asa, mereka malah ceria dan bersemangat sekali menghafal Al-qur’an. Rupanya kecintaan pada Allah telah mengikat hari-hari anak-anak ini dan rakyat Gaza tentunya !  


Subhanallah, Kalau boleh cerita nih, saat menulis ini jujur saya sangat sedih dan malu. Sedih kenapa? Laah wong baru sempat menuliskan apa yang udah lama mengganjal di benak, terus maluu banget karena ternyata ujian buat saya belum ada apa-apanya dibandingkan rakyat Gaza, tapi saya masih saja sering ngeluh... *mohon dimaklumi ya reader :D

  
Ketika merujuk pada satu kata yaitu “GAZA”, siapapun akan tergugah hatinya untuk rela memberikan apa yang sedang dibutuhkan rakyat Gaza, tentunya sesuai kemampuan masing-masing baik yang menyumbang dana, tenaga ataupun hanya serangkaian doa. Sah-sah saja. Dan yang terpenting, cermin dari Gaza, jangan hanya menjadikan konflik Gaza sebagai hiasan tanpa makna tetapi harus juga mengambil manfaatnya. Sejatinya, cermin dari setiap peristiwa yang hadir adalah peringatan dari Sang Pencipta agar langkah tak salah arah dan selalu menuai berkah hingga sampai pada tujuan yang hakiki.


*Tulisan ini dibuat untuk mengikuti kurikulum KOMBUN 1 (Periode 1 Bulan Agustus 2014)

Apa itu KOMBUN? Kombun adalah Komunitas Blogger UNJ, tempat bergabungnya para blogger untuk  menginspirasi dan bermanfaat melalui tulisannya via blog :) Mari Bergabung :)


No comments: