Carrot

Sunday, 7 October 2012

Menuju Kota Impian?

Sejak memasuki dunia kampus. Entah kenapa dan bagaimana, di dalam hatiku terbit cita-cita baru yang rasanya begitu murni dan memacuku untuk lebih semangat lagi dalam menjalani hari-hari berikutnya. Seiring berjalannya waktu aku semakin tertarik untuk menjemput cita-citaku. Tapi, pernah suatu ketika, aku merasa jatuh ke lubang yang teramat dalam hingga tak kuasa untuk memandang langitnya bahkan untuk keluar pun sulit bagiku. Langit itu ibarat cita-citaku atau sebut saja mimpiku.

Ya, aku saat ini adalah mahasiswi, hanya mahasiswi. Bagaimana mungkin aku bisa meraih mimpiku yang satu itu. Teman-teman dan sahabatku pun pasti hanya meng-iya-kan seadanya manakala aku ceritakan mimpiku yang tulus itu.  Kesal memang. Tapi inilah diriku, dengan segudang mimpi dan cita-cita. Aku takkan pernah bosan membuat coretan mimpi-mimpiku di lembar hidupku. Aku percaya keajaiban mimpi, tentunya tak bisa diwujukan bila hanya berupa angan-angan yang tiada berkesudahan. Aku juga percaya perbuatan baikku yang sekecil-kecilnya itu pasti diperhitungkan Rabb ku. Sebagai mahasiswi, aku pun berikhtiar. Masih terbilang kecil-kecilan memang. Sedikit demi sedikit, aku mencoba mempelajari dan membaca beberapa buku sampai novel tentang cara menuju mimpiku.. sebut saja ini ikhtiar ala mahasiswi. Hehehe :)

Sedari tadi membaca untaian coretanku, apakah kalian sudah tau apa mimpiku?
Mimpiku ini sederhana saja, sebagai seorang muslim aku ingin pergi ke kota impian umat muslim, Makkah Al-Mukkarramah :)
 
Sungguh suatu kebahagiaan apabila bisa lebih dekat dengan-Nya, bertawaf  dan beribadah di rumah-Nya (Masjidil Haram), mencium Hajar Aswad-Nya, bahkan menuntut ilmu di kota tersebut.
Dan semakin kuat keinginanku apabila aku mengingat sebuah Hadist Sahih riwayat Imam Bathaqie dan Ibnu ‘Abas RA, bahwa Rasul SAW pernah bersabda:
 
“Allah akan membangkitkan Al-Hajar (Hajar Aswad) pada hari kiamat. Ia dapat melihat dan dapat berkata. Ia akan menjadi saksi terhadap orang yang pernah memegangnya dengan ikhlas dan benar”.

Allah, izinkan aku menginjakkan kaki ke rumah-Mu yang suci ...

Mulai saat ini akan ku luruskan niatku, menabung juga. Walau tabunganku jauh dari kata cukup. Tapi aku takkan meng-kalkulasikan-nya dengan kalkulator manusia...

Seperti dalam artikel mba Sinta Nisfuanna "[Catatan] Chatting dengan YM-Haji Mabrur atau Haji Mabur" disebutkan "Salah satu narasumber yang kisah berangkat hajinya menarik adalah Kyai Kosasih. Lucunya, nama Kosasih ternyata memiliki singkatan yang unik, yaitu Ongkos Dikasih. Sejak tahun 70-an [saya agak lupa] hingga tahun 2012, setiap kali berangkat ke rumah ALLAH SWT, selalu tanpa biaya alias ongkos dikasih. Bahkan, sejak tahun 2001, beliau berangkat haji berturut-turut hingga 2012, sekali lagi, Gratis! Subhanallah."

Tidak ada yang tidak mungkin jika semuanya sudah menjadi kehendak dan kuasa-Mu ya Rabbi^^

                                                                              Tangerang, 07 Oktober 2012

8 comments:

Dza said...

aamiin.. nana.. Allah maha mendengar walau hanya dalam hatimu.. niat baik pasti dimudahkan.. ^^

fauzul_andim said...

semoga terkabul...kunjungan perdana

salam kenal...ditunggu kunjungan dan follownya ya

Hasana Annas said...

Aamiin ya rabbal alamin, terima kasih dza :)

Hasana Annas said...

Aamin.. terima kasih doa dan kunjungannya.
Oke, ke TKP ... meluncurr :)

Catatan si Riki said...

Mudah-mudahan mimpi mbak yang sangat mulia itu segera terkaul ya Mbak
Aamiin..

Hasana Annas said...

Aamiin terima kasih mas Riki :)

dini kurnianing said...

aku juga mulai tahun ini sudah bercita-cita kesana. Dan sudah menulis di dream book tahun depan mau kesana, jangan lupa doa ya. Dream, pray n action. :)

Hasana Annas said...

waah ka Dini senang deh udah mau visit ke blogku ^^
iyaa ka semoga kita bisa kesana ya ^^
Doa itu selalu kaa... hihihi