Carrot

Sunday, 18 November 2012

Pahlawan bukan sekadar dikenang !


"Betapa hatiku takkan pilu telah gugur pahlawanku. Betapa hatiku takkan sedih hamba ditinggal sendiri. Siapakah kini pelipur lara nan setia dan perwira. Siapakah kini pahlawan hati pembela bangsa sejati . . . . 
(Ismail Marzuki-Gugur Bunga)"
 
Sosok yang tangguh, tak gentar membela rakyat Indonesia dan rela bercucuran darah tuk memperjuangkan kemerdekaan bangsanya. Itulah sekilas opini tentang “pahlawan” pada sebagian orang. Perjuangan para pahlawan yang rela gugur dalam penjajahan membuat namanya harum dikenang rakyat Indonesia. Tepat pada tanggal 10 November 2012 kemarin Indonesia tengah memperingati Hari Pahlawan. Salah satunya yaitu dengan menggelar Upacara Ziarah Nasional yang dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam rangka memperingati Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.

By the way, tau gak sih gimana asal-usul adanya Hari Pahlawan itu?

Yap, pada tanggal 10 November 1945 telah terjadi peristiwa besar di Surabaya. Pertempuran yang melibatkan pihak tentara Indonesia dan pasukan Belanda itu merupakan perang pertama Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Para tokoh masyarakat seperti pelopor muda Bung Tomo yang berpengaruh besar di masyarakat terus menggerakkan semangat perlawanan pemuda-pemuda Surabaya kala itu sehingga perlawanan terus berlanjut. Setidaknya 6,000 - 16,000 pejuang dari pihak Indonesia tewas dan 200,000 rakyat sipil mengungsi dari Surabaya. Pertempuran berdarah di Surabaya yang memakan ribuan korban jiwa tersebut telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil yang menjadi korban pada 10 November ini kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan.

Itulah segelintir kisah tentang Hari Pahlawan. Sebagai Warga Negara Indonesia pasti sangat bangga apabila mengenang perjuangan para pahlawan. Para pahlawan rela berkorban demi memberikan yang terbaik untuk Indonesia tercinta. Bagaimana dengan generasi muda sekarang? Apa yang sudah kita berikan tuk negeri tercinta ini? Jawabannya simpel, mari introspeksi diri masing-masing. 

Berbicara mengenai pahlawan tidak lantas membuat kita berpikir sempit kalau sosok tersebut hanya ada dimasa lalu yang rela mati demi negara. Pahlawan di masa kini tentunya tidak harus bersenjata perang dan tidak harus bercucuran darah juga kan? Sepakat ! Pahlawan-pahlawan tersebut dapat ditemukan disekitar kita, tentunya dalam masa yang berbeda dan dengan perjuangan yang berbeda pula. Ada “Guru atau Dosen” sebagai Pahlawan Pendidikan bertugas mendidik rakyat Indonesia, saat sakit ada  “Dokter” sebagai Pahlawan Kesehatan yang membantu kesembuhan kita, dan masih banyak pahlawan-pahlawan di bidang lainnya. 

Eits, yang disebut pahlawan bukan hanya yang memiliki jabatan seperti contoh di atas saja. Tukang becak pun layak menyandang gelar pahlawan bagi keluarganya, anak-anaknya atas perjuangannya dalam mencari nafkah. Orangtua juga disebut sebagai pahlawan karena rela berkorban serta berani memperjuangkan kebahagiaan bagi sang buah hati. Well, siapapun dapat disebut pahlawan jika Ia merupakan sosok pemberani yang rela mengorbankan sesuatu bukan sekedar tuk diri sendiri, tetapi  keluarga, masyarakat atau negeri tercintanya.

Dewasa ini sebagian besar kalangan muda hanya mengenang jasa-jasa para pahlawan. Alangkah bijaknya jika generasi penerus ini mau belajar banyak dari pahlawan, karena dengan begitu kita  menjadi generasi yang menghargai waktu, memiliki semangat nasionalisme dan memiliki solidaritas yang kuat. Belajar dari pahlawan dapat dimulai dengan cara kita memaknai hari pahlawan. Setelah itu secara bertahap mampu menumbuhkan semangat guna memiliki sikap cinta akan perjuangan pahlawan, cinta negeri, serta selalu gigih dan giat untuk mempelajari perjuangan para pahlawan. Hari pahlawan memang sudah terlewati namun tiada kata terlambat untuk terus belajar !!

Berikut tips untuk Generasi Muda supaya memaknai Hari Pahlawan :

Yang pertama, Kita sebagai generasi muda yang cerdas harus tahu sejarah mengenai Hari Pahlawan. Selain menambah wawasan, kita juga bisa berbagi informasi kepada orang yang membutuhkan.

Kudua, (diterapkan saat berlangsungnya hari pahlawan) 
Ada baiknya, setelah tahu adanya hari bersejarah tersebut buatlah *ucapan selamat* di jejaring sosial, misal update status via facebook, via twitter, BBM, de-el-el. Dengan cara seperti ini setidaknya kita telah bersimpati atas hari bersejarah di Indonesia, dan (lagi) menjadi bermanfaat bagi yang lain meskipun dalam hal kecil seperti berbagi informasi yang penulis contohkan tadi serta menumbuhkan sikap saling mengingatkan antargenerasi lainnya. 

Ketiga, melakukan perbaikan diri. Untuk mencapai perubahan yang besar kita perlu membenahi diri sendiri. Semaksimal mungkin kita melakukan introspeksi, meskipun kita tahu kalau tak ada manusia di dunia ini yang sempurna pasti semua tak luput dari kekurangannya. Misalnya melawan sifat malas, melawan kebodohan, memberi teladan minimal untuk adik-adik atau keluarga. Bukankah hal itu bagian dari perjuangan?

Lalu, buatlah perubahan kecil misalnya bisa di awali dengan menulis artikel tentang Hari Pahlawan, lalu berkomitmen untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan. Ingat, meskipun sudah tidak ada perang tetapi kita wajib berjuang menjadi pahlawan bagi diri sendiri, keluarga juga orang lain.

Lebih jelasnya, jangan pusing-pusing memikirkan mana yang harus diperjuangkan lebih dulu, apakah keluarga atau langsung berjuang untuk negara. Karena tugas kita adalah bersungguh-sungguh dalam berjuang, meski diawali dari nol tetaplah fokus meningkatkan perjuangan. 

Oke sekian dulu postingan kali ini, semoga bermanfaat ya sobat. Jadilah generasi muda yang turut memaknai hari pahlawan dengan perubahan-perubahan kecil yang dibuat. Penulis yakin perubahan yang besar dimulai dari sesuatu yang kecil, mungkin untuk sebagian orang tidak berarti namun dari perubahan kecil yang bertahap dan berangsur meningkat tersebut kelak akan muncul pahlawan-pahlawan baru yang dibutuhkan Indonesia. Let's learn from heroes !! ^^

31 comments:

Bang Oi said...

1 lagi sob.
jangan cuma komitmen, tapi tidak ada praktik di dunia nyata nya.
salam solid.

dian novita said...

yaaa let's from the heroes..
salam soliid. :D

Glen Tripollo said...

Ah betul sekali... berkomitmen untuk jadi lebih baik, selain buat diri sendiri juga sebagai bentuk penghargaan kita kepada para pahlawan... :D

Hasana Annas said...

siipp manatap bang ^^

Hasana Annas said...

salam solid juga :)
trims sudah berkunjung ^^

tazaemjayy said...

mencintai jasa pahlawan adalah sikap nyata kita mengenang pahawan kita

Hasana Annas said...

yups . . . .
manfaatnya banyak banget kan ka .. hehehe

Hasana Annas said...

setujuu.. karena cinta maka teruskanlah perjuangan para pahlawan kita :)

Zeal*Liyanfury said...

setujuu... #nyontek koment yang mana yak? :D

Hasana Annas said...

hahaha kak liyan :)

Amir Ma'ruf said...

wah bener nih, melakukan peubahan kecil di mulai dari kita sendiri dan diteruskan ke hal'' yg besar!
sesuai dengan kemampuan kita O,O

Hasana Annas said...

sipp (Y) hehehe

Arin Sweiteniasari said...

Follow balik blog saya ya ...

http://arin03mbia.blogspot.com/

Ima Nurani said...

Yang besar emang dimulai dari yang kecil ^^ setujuu . Makasih ya tipsnya.. :D

Hasana Annas said...

okeee... ke TKP :)

Hasana Annas said...

oke ima, makasih ya Ima udh berkunjung ^^

bekti@nextbiker.com said...

setubuhh :xd

btw salam kenal & follback sis

Ca Ya said...

komitmen memang yg paling penting ^^

Hasana Annas said...

hah ? setujuu kali mas..
iya salam kenal juga... sabar ya mas nanti saya follback :D

Hasana Annas said...

SIIPP ^^

Pandi said...

Setuju pisan..
Perlu pemahaman yang benar dalam memaknai hari pahlawan ini sehingga semangat kepahlawanan akan selalu ada dalam kehidupan ini, bercermin dari para pahlawan yang rela berjuang dan berkorban di masa lalu atau di masa sekarang yang ada di sekitar kita, salah satu contohnya tukang becak.
Mantaf..

Hasana Annas said...

terimakasih :)
Mari teruskan perjuangan pahlawan ^^

Blog Keperawatan said...

Memang arti sesungguhnya dalam memperingati hari pahlawan dan mengenang akan jasa-jasa pahlawan kita adalah salah satunya dengan meneruskan perjuangannya dengan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif dan membangun bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik demi anak-cucu kita di masa mendatang mba...
Mohon bantuannya bila berkenan untuk mengeklik G+1 di postingan gadget impian dalam penyertaan kontes yang saya ikuti Mba.
Semoga berkenan dan terima kasih sebelumnya saya ucapkan

auraman said...

Untuk era sekarang sepertinya menghormati orang yang lebih tua juga termasuk menghormati jasa pahlawan dan sebagai tambahan alangkah baiknya kita membantu melestarikan dan menjaga tanah-tanah yang pernah di rebut oleh para pejuang dengan darah mereka :)

Hasana Annas said...

Yups makasih masukannya ka auraman :)

Hasana Annas said...

Terimakasih :)
oke mas/mba nanti akan saya klik, sabar ya. . . .

a.i.r said...

dan pahlawan juga bukan sebatas daftar nama di dalam buku sejarah..

Hasana Annas said...

Yupss betul betul betul..
terimakasih sudah berkunjung ^^

Yuezha Andrean said...

Selamat siang Hasana Annas, aku ingin mengajak kamu untuk bekerja sama dengan aku..

Ohh iya, kamu FOLLOW blog'ku, nanti di FOLLBACK deh oleh aku. Berikut link'nya =>> [ YUEZHA SOFTWARE ]

Ibrahim Sukman said...

ada lagi yang mesti kita cermati mbak? Pahlawan Devisa Negara yaitu TKI. Meski banyak yang sukses, tak sedikit pula nasib pahlawan itu mengenaskan. salam kenal mbak? SUkses selalu..

Fadhli Abdurrahman Zaky said...

Surabaya yaah ? Wah pas bener emang kalo surabaya itu kota pahlawan. Btw nice tips mbak. Salam Solid !