Carrot

Monday, 31 December 2012

Puisi Berantai : Melodi Persahabatan



Assalamualaikum . . . .

Berhubung tahun baru hujan, rasanya kurang enak jika tetap memaksakan untuk pergi keluar rumah.

*sudah pewe soalnya heheheh :D

Jadi aku dan sahabatku memutuskan membuat acara baru yang tak kalah seru dan pastinya tak akan terlupakan, apa itu? *eng ing eng :)


Puisi Berantai . . . .


yuppss sepertinya rasa kangen kami belum habis setelah minggu kemarin kami mengadakan reuni sehari di Taman Impian Jaya Ancol. So, inilah puisi berantai kami yang baru saja selesai dibuat.


Langsung aja, bait pertama sebagai pembuka ^^



Melodi Persahabatan 
30  Desember 2012

oleh : Hasana Annas, Indiana Shinta Dewi, Jayanti Ervina Sari

Tiga serangkai kembali bersama
Dalam ikatan "sahabat" yang tak lekang oleh waktu
Meski sempat terpisah mengejar butiran mimpi
Pertemuan ini jadi saksi !
Meluruhkan gugusan rindu yang membeku
Kini bersama menggenggam erat, saling menguatkan . . . .

Tak lupa sengsara menerka
Sejutapun rindu kian erat
Melirik hati sayup redup nan resah
 Segitupun semangat mencuat
Saat diriku dirimu dirinya mesra tak bersayap
 Berkumpul menngitari parkir tersaksi dedaunan lebat
 Pulang nyawa tak arti untuk apa
Jikalau semua melonglong hampa
Hai yang disana, tabrak tubruk lampu menyala

 Rintihan tawa dalam cerita
Bergelora cahaya andromeda
Hilangnya sepi tersungkur di dalam hati
Mengiringi alunan kaki
Tak sadar kian menepi
Jiwa pun bermelodi seakan terus bernyanyi

Secerah matahari seterang rembulan
Menapak bumi saat tanah pun diam
Pisahkan angin hiasi perpisahan
Bukan pilihan tapi tujuan
Meski rasa ini tak akan pernah hilang

Sahabat . . . . satu rumah jadi bukti
tiga rumah menemani
Setiap menit jadi saksi 
Kenangan kita sampai mati
Bersama dalam genggaman erat, saling menguatkan  . . . .

___________________________


Puisi ini sebenarnya bagian dari kisah kami selepas berwisata di Taman Impian Jaya Ancol. Saat di Ancol memang biasa-biasa saja, kami habiskan dengan acara makan bersama dan befoto ria disana. Tetapi ketika perjalanan pulang banyak hal yang membuat kami tertahan dan tak lekas pulang. Seperti saat kami melanjutkan perjalanan sore itu ke suatu mall di daerah kalideres untuk mengambil motor yang diparkir disana, namun setelah mencari-cari motor di area parkir tersebut kami tidak menemukannya. Panik. Ya, tentu saja karena matahari telah lama terbenam dan langit malam saat itu tanpa bintang. Takut, gelisah dan kami pun lelah. Bapak penjaga parkir yang saat itu  melihat gerak-gerik mencurigakan dari kami, langsung datang menghampiri. Hingga kami tahu bahwa ternyata motor kami tidak berada di tempat parkir itu melainkan ada di tempat parkir yang satunya. Kami bertiga lantas tertawa sambil menatap satu sama lain, segitu lelahkah kami hingga tidak ingat dimana kami parkirkan kendaraan tersebut.

Hmm, tapi apa kalian tahu? Jarak antara tempat parkir sebelumnya dengan tempat parkir motor kami lumayan jauh. Namun di tengah rasa lelah yang menghampiri, ada hikmah yang tersembunyi. Betapa saat itu persahabatan kami terasa indah, bersama sahabat-sahabat yang telah dewasa saat ini, dengan kesabaran yang luar biasa . . . .  Akhirnya kami mampu menemukan motor yang kami cari, kami pun melanjutkan perjalanan.
Huff, hawa kesejukan kembali menyelimuti. Sepanjang perjalanan pulang kami bercanda-tawa bercerita tentang kejadian lucu yang dialami hari ini. Foto-foto narsis di Ancol, dan ilmu-ilmu yang kami dapat disana melalui sharing bersama... Subhanallah ^^

#Dugg 
*tiiiiinnn............
kemudian suara bell membuat kami terkejut, 
Innalillah... ternyata truk itu menabrak lampu depan motorku. Shinta memang kurang hati-hati, tapi salahku juga telah mengajak ia bercanda tawa dalam perjalanan. :"(
Seketika tawa kami menghilang, berganti dengan perasaan aneh. Entah apa itu, mungkin kecewa atau rasa bersalah -_-

Alhamdulillah setelah di cek kondisinya hanya retak sedikit pada bagian lampu kanannya, syukurlah tadinya ku kira hancur tak tersisa. Kami pun segera bermaafan atas segala khilaf yang terjadi di hari itu. Shinta yang berniat ganti rugi atas apa yang dialami sengaja ku tolak karena aku merasa kejadian ini juga akibat dari ulahku. Finally, kami segera meneruskan perjalanan pulang  . . . . .
Eits lupa, karena malam itu kami begitu lelah acara kami tutup dengan makan indil-indil alias bakso terlebih dahulu :D hehehe

Yak, itulah sekilas kisah dalam puisi yang kami rangkai.
30 Desember 2012, hari yang mengesankan ^^


 
Oh iya . . .

Happy New Year ya sobat blogger ^^
Semoga menjadi manusia yang lebih baik untuk kedepannya :)

33 comments:

Ejawantah Wisata said...

Selamat tahun 2013, semoga selalu diberikan kebarokahan dalam persahabatan kalian bertiga.

Sukses selalu
Salam Wista

sip-online said...

Selamat Tahun Baru 2013... Puisinya bagus-bagus.... :)

Hasana Annas said...

Terima kasih :)

Hasana Annas said...

Terima kasih sip online :)

semoga tidak bosan ya berkunjung ke sini :D

Niken Kusumowardhani said...

Puisi persahabatan yang indah.
Harmoni dari 3 sahabat.

Hasana Annas said...

siipp... makasih mbak Niken :)

khaerul al-azmi said...

boleh ikutan ngelanjutin??

Hasana Annas said...

boleh kok ka... silahkan lanjutin hehehe :D

Nurmayanti Zain said...

puisi berantai ya ^^ manis juga

Hasana Annas said...

Makasih mbak maya :)

Zeal*Liyanfury said...

hayy adik.... happy new year.. ^^
masih berasa ya *baru-nya.. apalagi diikat sama rantai puisinya, hee...
hmm.. ada pelajaran di jalannya juga. karena sama-sama suka ngebolang pakai kuda beroda dua, so.. memaang mesti careful banget ya saat dijalan.. termasuk mencegah hal-hal yang bisa mengalihkan focus sang sopir. :D

Hasana Annas said...

hay juga kak fury :)
wah makasih ya kak udah setia berkunjung ke blog aku :)

Kasri Rohil said...

PUISINYA BAGUS...
SALAM
http://kelilingriau.blogspot.com/2012/12/semua-semua-ada-di-bank-mandiri.html

Hasana Annas said...

makasih :) oke ke tkp :)

anotherorion said...

mempuisikan sebuah perjalanan itu sesuatu yang baru buat saya mbak, salam kenal :)

Elyna Fazriyati said...

bikin puisi berantai itu ga mudah lhooo, nyatuin beberapa pemikirannya itu dari pemikiran puisi yg sebelumnya..
tapi manteb deeh puisinya :)
semangaaaaaaaaaaaat!! :)

Hasana Annas said...

makasih saalam kenal juga :)

Hasana Annas said...

makasih mbak elyna :)

Glen Tripollo said...

Pertahankan persahabatan kalian. Jangan biarkan apa pun memisahkan kalian... Eaaaa... :D

Mampir sini yak Creative Talks lagi butuh bantuan komen buat postingan lomba... :D

Rohis Facebook said...

salam kenal folbek ya..., makasih *smile

Hasana Annas said...

Siip makasih om glen *eh, kak glen ...
nah tuh bingungkan mau panggil apa :D

Hasana Annas said...

Salam kenal juga... oke tunggu ya :)

Dhymalk dhykTa said...

indahnya persahabatan...

long weekend ke dufan? asyik dan pasti rame sangat yak?

Hasana Annas said...

hehehe enggak bukan ke dufan tapi ke pantai ancolnya aja XD

UpiUpil said...

Happy new year juga sebelumnya..

Btw, ah puisinya bagoosss.. :( iri, gue gk bisa bikin puisi..

aqomadin said...

wah saya klo di tabrak, saya kejar truk yg nabrak, dan minta pertanggung jawabannya...

Hasana Annas said...

huooww makasih mas/ mba upil heheheh :D

yukk belajar bikin puisi :)

Hasana Annas said...

udah mas, tapi truknya cuma ngeliatin trus capcus lagi... :D

lha wong lampune gor retak dikit kok :)

Penghuni 60 said...

amiin, happy new year juga...
udh telat blm? hehe

Hasana Annas said...

hohohoo belum kok :D

Raini Munti said...

insya allah bi khair ya =)


www.indogeria.blogspot.com

pls komen n follow back

aqomadin said...

capcus apaan ya? asli ga ngerti hehe...
kok diliatin doang, minta beliin yg baru motornya :P

Hasana Annas said...

Terimakasih sudah berkunjung :)