Carrot

Sunday, 23 June 2013

Teruntuk Putri Snow White

 
Bismillah.

Cinta itu cantik. Cantiknya menular hingga ke hati seseorang yang mengenalnya, melihatnya maupun merasakannya. Aku percaya itu. Karena ketika seseorang mengenal cinta, hatinya menjadi penuh kelembutan, cantik bukan? sebab ia natural tanpa paksaan. Dan hati yang sekeras batupun dapat luluh seketika apabila ada cinta yang menyentuhnya. 

Aku sudah lama mengenalnya. Kesan pertama saat aku bertemu dirinya memang cantik natural. Maka kujuluki ia putri snow white. Awal berkenalan dengannya kala itu di sebuah ruang kelas, dimana ketika usai pengumuman try out ujian nasional setiap murid harus memasuki kelas sesuai nilai yang di perolehnya. Sekilas aku pernah melihat putri snow white satu kelas denganku selepas try out pertama pekan lalu, di kelas idaman yaitu kelas A.  Namun aku belum mengenalnya.   

Ahai! Kini aku duduk satu meja dengannya, bukan..bukan di kelas A melainkan kelas B. Bersama lembaran-lembaran kertas yang menyatukan aku dan putri snow white dalam keakraban. Keakraban itu makin erat namun terasa singkat karena baru tumbuh menjelang detik-detik pengumuman kelulusan. But, I have good news, ternyata tempat tinggal kami berdekatan! Dan bagiku semakin eratnya pertemanan kami merupakan bentuk dari cinta yang dapat dilihat. Well, Aku dan putri snow white menamai cinta itu dengan kata “sahabat”.

Teruntuk putri snow white,

Tanpa ku sadari persahabatan kita sudah berjalan 4 tahun lamanya. Jangka waktu yang cukup panjang bagiku. Ku akui, proses menuju tahun ke-4 ini tidaklah semulus jalan yang beraspal. Kau pasti tahu lirik lagu “persahabatan bagai kepompong” memang benar adanya bahwa seperti inilah persahabatan kita. Butuh proses untuk menuai persahabatan yang indah laksana kupu-kupu. Persahabatan ini seringkali diwarnai dengan ribut-ribut kecil yang berawal dari kesalahpahaman atau keegoisan masa remaja kita. Kau tau, banyak hal yang kala itu membuatku bosan bertemu dirimu, dan lebih parahnya aku pernah merasa tak mau lagi mengenalmu.

Dear putri snow white, nyatanya aku tak bisa terus-menerus mendiamkanmu, mengacuhkanmu. Karena tak sedikit kenangan indah yang telah kita lalui bersama. Begitu mebekas lantas membuatku bertanya: masih ingatkah kau ketika pulang sekolah bersama dan berlomba mengayuh sepeda menuju istana kecil nun jauh disana. Atau masih ingatkah kau dengan weekend yang sering kita habiskan agar kelak kita menemukan tempat persembunyian apel emas. Masih ingatkah kau saat aku menjaga dirimu di istana kesayanganmu. Masih ingatkah kau yang kala itu menemaniku menghadiri pesta perayaan ulang tahun, dan masih ingatkah bahwa kita saling menemani dalam.... Banyak hal! Yang mungkin tiada habisnya bila tak henti ku tulis pada catatan kecil ini.

Cinta tidak bisa dibiarkan begitu saja, butuh tindakan supaya ia tidak layu. Menyemai cinta dalam  persahabatan menjadi hal penting yang harus terus dilakukan sehingga kata “sahabat” tidak kehilangan artinya atau tidak menjadi sebuah nama tanpa makna.

Tarrrrraaa... finally, aku menemukan keunikan cara kita dalam menyemai persahabatan dengan cinta. 
Why i say that i find it? sebab akupun baru sadar bahwa inilah cara kita menyemai cinta persahabatan sepanjang 4 tahun ini. Kau dan aku selalu punya cara tersendiri untuk memberikan special-surprise di momen hari kelahiran kita.

Seperti  caraku di tahun pertama mengenalmu, tepat di hari ulang tahunmu aku memberimu sebuah bingkisan. Putri, tahukah kau bahwa aku selalu ingin kecantikanmu membuat cermin ajaib terpesona maka aku berikan kau perlengkapan hias, yang terdiri dari berbagai jenis sisir ajaib bersama cermin ajaib baru untukmu, hihihi. Dan masih kuingat pipimu bersemu merah kala itu. Lalu special surprise ditahun-tahun berikutnya biarlah menjadi kenangan indah khusus hanya kau dan aku saja yang tahu yaa.

Caramu pun unik, putri. Disaat hari kelahiranku kau pernah menyihirku menjadi seorang putri lalu kuda terbangmu membawa kita ke sebuah tempat dan disitulah kau memberiku aksesoris yang berkilau. Yippie! lengkap sudah diriku menjadi putri dalam sehari kala itu. Sukses, akupun terharu dengan kejutan yang kau buat. Tidak berhenti kejutanmu sampai disini, namun izinkan aku menyimpannya. Tunggulah kan ku persiapkan rencana baru di hari ulang tahunmu nanti, hihihi.

Eits, kegiatan menyemai cinta kita bukan hanya seputar giving surprise saja. Ada kalanya setiap weekend, aku habiskan dengan berkunjung kerumahmu. Tak jarang kau pun berkunjung kerumahku, dan kita lagi-lagi terlibat dalam kata “saling” bukan sekedar saling berbagi cerita, kita juga saling mensupport apabila ada kegiatan baru yang hendak melengkapi rutinitas kita.

Rupanya kau dan aku kian giat menyemai cinta yang tumbuh subur dengan bertamasya serta berpetualang. Ahai! semoga kau ingat petualangan yang kita lakukan di hutan belantara tepatnya agak jauh dari depan rumahku. Anehnya, kau bukannya takut tapi malah berfoto ria disana. Astaga! Kau pun nekat untuk terjun kedalam lubang galian yang dibuat para pemburu harta karun itu. Lantas aku? asyik mengambil gambarmu dari atas karena tak berani terjun bersamamu.

Dear putri snow white, apa yang ada dalam catatan ini barulah segelintir kisah dari sekian banyak kenangan manis kita. Menyemai cinta agar persahabatan kita selalu terjaga tanpa sadar selama ini telah kita lakukan. Dengan menyemai cinta itulah masalah-masalah yang ada dalam persahabatan dapat terbasmi secara tuntas hingga kata “sahabat” masih tetap melekat pada sanubari kita.


Tangerang, 23 Juni 2013 
Teruntuk Putri Snow White, 
rahasiakan nama aslimu ya. Hihihi !

Tulisan ini diikutsertakan untuk GA dalam rangka launching blog My Give Away Niken Kusumowardhani.


14 comments:

Niken Kusumowardhani said...

Saya juga bersahabat dengan kupu-kupu. Menyemai cinta dalam persahabatan memang perlu dilakukan, sehingga kata "sahabat" tidak kehilangan maknanya. Suka sekali dengan pernyataan itu.

Terima kasih partisipasinya, sudah tercatat sebagai peserta.

Hasana Annas said...

Terimakasih kembali bunda :)
Wah kita sama dong suka kupu-kupu hehehe

Annur eL Karimah said...

semoga sukses GAny...

snow white romantis bgd hehe...

wah menyemai cinta tidak melulu dengan keluarga ya. tapi sahabat juga...

Hasana Annas said...

Terimakasih mbak Annur :)

pena kecil sativa said...

tulisanya baguss
sukses buat GAnya bunda Lutvy
selalu banyak cerita bila kita menculik makna "sahabat"
heheh

Hasana Annas said...

makasih mbak :)
sukses juga buat mbaknya :)

Insan Robbani said...

Wau... lama tidak mampir disini tulisan Anna makin cantik
secantik Anna dan Snow whitenya
Semoga persahabatan kalian tetap terjaga ya...

Hasana Annas said...

Hehehe makasih ya kak insan ... Aamiin :D

Zeal*Liyanfury said...

dik Nana... apa kabarnya?
persahabatan yang indah, dihias bunga-bunga cinta yang tak pernah lekang oleh waktu dan rintangan. Nice, salam untuk snow white nya ya :D

Hasana Annas said...

Kak Liyan... kabarku baik-baik saja,
Terimakasih kak... salam juga untuk mataharinya :)

muhammad ridwan said...

datang berkunjung....
persahabatan yang tanpa riak itu katanya kayak sayur tanpa garam. hambar. tapi suatu saat, kita harus bisa mengembalikannya seperti semula. seperti yang kamu lakukan ini... :)

Hasana Annas said...

Terimakasih sudah berkunjung kak Ridwan :)
Benar kak, cara mengembalikannya ya dengan menyemai persahabatan dengan cinta :)

obat herbal penyakit said...

seru yah ceritanya

cara mengobati kelenjar tiroid said...

ijin menyimak dahulu